Category Archives: PEMBERIAN ASI

Tips Ibu Menyusui yang Baik dan Benar

Menyusui mungkin hal yang sulit bagi Ibu yang belum berpengalaman sehingga mereka membutuhkan Tips Ibu Menyusui dengan cara yang baik dan benar. Posisi menyusui sangat penting, karena akan mempengaruhi bayi dan Ibu. Jika posisi salah, bayi bisa gumoh ibu merasa tidak nyaman. Banyak posisi baik yang bisa dilakukan ibu dalam menyusui, bisa dalam posisi duduk atau posisi tidur. Pada posisi duduk, posisikan kedua tangan bayi ke belakang tubuhnya. Setelah itu, pertemukan perut bayi dan perut ibu serta dekatkan puting ke mulut bayi. Pastikan semua daerah aorela (yaitu daerah gelap disekitar puting) masuk sempurna kedalam mulut bayi. Dalam posisi ini, sebaiknya Ibu merasa nyaman. Ibu bisa membeli kursi yang nyaman untuk menyusui, sehingga ketika menyusui ibu merasa rilex dan ASI yang keluar menjadi lancar. Dalam posisi tiduran, anak diletakkan di atas kasur dan ibu mendekatkan putingnya kemulut bayi, kenyamanan juga diperlukan pada posisi ini. Berikut beberapa Tips Ibu Menyusui.

Bagaimana Tips Ibu Menyusui Yang Tepat Jika ASI Tidak Lancar?

ASI yang baik adalah ASI yang lancar dan mencukupi kebutuhan bayi. Sebenarnya ASI diproduksi sesuai dengan kebutuhan bayi. Jadi, semakin sering bayi menyusu, maka ASI yang diproduksi kan semakin banyak. Kepercayaan diri ibu dalam menyusui itu penting. Ibu yang merasa tidak nyaman dan selalu takut tidak dapat menyusui bayinya sebaiknya lebih rilex dan yakin, bahwa dia dapat menyusui bayinya dan dapat memenuhi kebutuhan bayinya dengan sempurna. Kepercayaan diri akan membuat produksi ASI membaik. Makanan sangat berpengaruh dengan produksi ASI, Ibu yang menyusui harus banyak memakan makanan yang bergizi, air putih yang banyak, serta daun katuk yang memang dipercaya untuk memperlancar ASI. Ini adalah Tips Ibu Menyusui agar ASI yang diproduksi lancar.

Tips Ibu Menyusui Agar Dapat Memproduksi ASI Yang Baik Dan Berkualitas

Apapun yang dimakan dan diminum ibu menyusui, maka zat itu akan bercampur dengan ASI dan masuk ke dalam tubuh bayi. Jika anda sedang menyusui, sebaiknya anda memperhatikan semua makanan yang anda konsumsi. Anda membutuhkan gizi yang baik agar anak anda mendapatkan asupan gizi yang cukup. Zat yang dibutuhkan antara lain karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air. Semua makanan ini terdapat dalam 4 sehat 5 sempurna. Ibu juga harus memperhatikan kuantitas ASI yang diproduksi. Jika sedikit, ibu harus mengkonsumsi lebih banyak daun katuk yang dipercaya dapat memperlancar ASI. Tips Ibu Menyusui ini akan membantu anda menyusui dengan baik dan benar.

Manajemen Laktasi Selama Kehamilan

Manajemen Laktasi sangat penting dilakukan oleh ibu yang akan menyusui. Persiapan untuk menyusui sebaiknya dilakukan sebelum ibu menyusui atau selama kehamilan. Kesiapan ini akan membuat ibu lebih percaya diri dalam menyusui. Kepercayaan diri dapat menyusui dengan baik adalah hal yang sangat penting dan mempengaruhi keadaan ASI ibu. Ibu pasti tau bagaimana pentingnya ASI untuk bayi. ASI adalah makanan bayi yang paling sempurna, bayi sangat membutuhkan ASI untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Sistem imunitas bayi yang mendapatkan ASI dan yang tidak mendapatkan ASI sangat berbeda, bayi yang tidak mendapatkan ASI memiliki baya taha tubuh yang rendah, sehingga rentan terhadap penyakit. Misalnya ketika tumbuh gigi, anak yang tidak diberikan ASI, biasanya menunjukkan efek seperti demam dan rewel. Bagi anak yang diberikan ASI, biasanya tidak demam. Pentingnya ASI dan manajemen laktasi harus disadari oleh semua ibu, sehingga bayinya dapat berkembang dengan baik.

Manajemen Laktasi Yang Harus Dilakukan Agar ASI Lancar

Produksi ASI dipengaruhi oleh banyak hal, misalnya gizi yang masuk kedalam tubuh ibu, kebiasaan ibu selama hamil dan menyusui, perawatan payudara, dan kesiapan ibu. Ibu yang akan menyusui membutuhkan gizi yang sehat dan seimbang. Memakan banyak buah dan sayur seperti daun katuk yang dipercaya dapat memperlancar ASI. Minum banyak air dan buah-buahan yang mengandung banyak mineral. Manajemen Laktasi harus disadari oleh ibu hamil, karena kebiasaan buruk yang dilakukannya akan sangat mempengaruhi produksi ASI. Kebiasaan buruk yang bisa menghambat produksi ASI adalah, merokok, sering meminum obat-obatan, minuman keras, soda, atau kopi. Asap rokok juga sangat tidak baik, karena itu jauhi asap rokok ketika anda sedang hamil ataupun menyusui. Kopi dan soda dapat mengurangi kinerja usus untuk menyerap zat besi dan kalsium. Perawatan payudara juga penting untuk memperlancar produksi ASI, misalnya dengan menggunakan bra yang tepat dan melatih otot yang menyokong payudara.

Kesadaran Akan Manajemen Laktasi Itu Penting

Bayi berhak mendapatkan ASI dari ibunya, inilah kesadaran yang harus dimiliki semua ibu. Susu formula tidak dapat memberikan kebutuhan gizi yang sempurna, hanya ASI yang terbaik untuk bayi. Ibu harus berusaha keras untuk memberikan ASI secara sempurna kepada bayinya. Perkembangan dan pertumbuhan bayi setelah dewasa akan sangat berpengaruh dari ASI yang didapatkannya ketika bayi. Manajemen Laktasi sebaiknya dilakukan sejak dini, sehingga ibu memiliki kesiapan yang matang untuk menyusui.

Cara Alami Memperlancar ASI

Memperlancar ASI secara alami akan membantu ibu memproduksi ASI lebih banyak. Bagi ibu yang memiliki sedikit produksi ASI, ibu harus berusaha untuk memakan makanan yang bergizi dan beberapa jenis makanan yang bisa memperlancar ASI. Anak berhak mendapatkan ASI secara penuh, yaitu 2 tahun. ASI sangat mempengaruhi perkembangan, kecukupan gizi, dan daya tahan bayi dari serangan penyakit. Bayi yang tidak diberikan ASI secara sempurna, akan memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan rentan terhadap penyakit. Berbeda dengan anak yang diberikan ASI, dia akan lebih kebal terhadap penyakit. Susu formula tidak memberikan manfaat yang sama dengan ASI, ASI adalah makanan yang sempurna untuk bayi dan sangat bermanfaat untuk perkembangan serta pertumbuhannya.

Memperlancar Produksi ASI

Sebenarnya, cara memperlancar ASI ini sebaiknya dilakukan sebelum menyusui, tepatnya semasa melahirkan. Daun katuk telah terbukti dapat memperlancar ASI secara alami. Makanlah banyak sayur daun katuk selama dan setelah melahirkan. Cara membuatnya sangatlah mudah, cukup mendidihkan air dan memasukkan bawang merah yang diiris dengan garam secukupnya. Setelah air mendidih, masukkan daun katuk. Ingat, jangan memasak terlalu lama, karena kandungan vitamin dan zat baik yang ada di dalam katuk akan menguap bersama didihan air yang keluar. Jangan memasak lebih dari 2 menit setelah daun katuk dimasukkan. Ini berlaku bagi semua sayuran yang dimasak. Jika anda ingin menambahkan jagung, anda bisa memasukkannya sebelum daun katuk dimasukkan, ketika jagung sudah terasa empuk, anda bisa memasukkan daun katuknya. Memperlancar ASI dengan memakan daun katuk adalah cara alami. Bagi anda yang tidak menyukai sayur, anda harus memaksakan untuk memakannya. Jika memang tidak bisa, maka anda bisa membeli suplemen yang mengandung daun katuk yang dijual dipasaran.

Berikanlah ASI Secara Sempurna

Anak adalah titipan dari sang pencipta, Ibu harus selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Anak sangat membutuhkan ASI dan seorang ibu sudah mengetahui hal itu. Makanan apapun didunia ini tidak ada yang menyamai kandungan ASI dan kebaikan yang dimilikinya. Bagi ibu yang benar-benar tidak bisa memberikan ASI, sebaiknya mencari seorang IBU yang bisa memberikan ASI kepada anaknya. Usahakanlah semaksimal mungkin agar anak mendapatkan ASI, inilah hak anak yang kini sering sekali diabaikan orangtuanya. Apalagi bagi ibu karir yang sangat sibuk, sehingga selalu meninggalkan anaknya di rumah. Memperlancar ASI secara alami itu mudah, berusahalah untuk selalu memberikan yang terbaik untuk anak anda.

Program Inisiasi Menyusui Dini

Pemerintah Indonesia melalui Dinas Kesehatan setempat merekomendasikan adanya program inisiasi menyusui dini sesaat setelah bayi lahir. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan adanya kematian bayi sebelum usia satu bulan. Sebenarnya program apakah  itu? Apa manfaatnya bagi ibu dan bayi? Informasi berikut ini mungkin dapat bermanfaat bagi Anda, para calon ibu yang akan segera melahirkan.

Apa itu inisiasi menyusui dini?

Inisiasi menyusui bayi sejak dini atau yang lebih dikenal dengan istilah IMD merupakan proses pengenalan bayi untuk menyusu pada puting susu ibu segera setelah dilahirkan. Pada proses IMD ini, bayi baru lahir diletakan di dada ibu dan dibiarkan untuk merangkak mencari puting susu ibunya secara inting untuk menyusu. Ketika bayi lahir, maka proses IMD langsung dilakukan, tanpa ditunda dengan kegiatan lain seperti menimbang atau mengukur bayi. Kondisi bayi pun hanya dikeringkan saja tanpa boleh dibersihkan kecuali tangannya. Pada proses ini antara kulit bayi dan kulit ibu harus bersentuhan.

Apa manfaatnya inisiasi menyusui dini?

Ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan bayi dengan program IMD ini, antara lain :

  • Bayi menerima  ASI pertamanya sebagai makanan awal yang tidak menimbulkan alergi, mengganggu pertumbuhan dan fungsi usus.
  • Selain ASI, bayi juga memperoleh kolostrum dari ASI pertama, yakni cairan yang mengandung antibodi dan zat penting lainnya yang bermanfaat dalam pertumbuhan usus.
  • Dapat merangsang bayi untuk mencium, mengenali dan menuju ke arah puting susu ibu. Hal ini disebabkan karena bau yang dikeluarkan oleh puting susu ibu mirip dengan bau yang terdapat dalam cairan ketuban ketika bayi masih di dalam kandungan.
  • Bayi akan merasakan kehangatan ketika kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit ibunya sehingga akan menciptakan ikatan batin antara ibu dan bayi. Di samping itu, dada ibu akan menghangatkan bayi sehingga suhu kulit ibu akan menyesuaikan dengan suhu kulit bayi. Hal ini akan mengurangi risiko kematian bayi akibat kedinginan (hypothermia).
  • Dapat menenangkan ibu dan bayi sehingga pernafasan dan detak jantung bayi menjadi lebih stabil. Bayi pun akan jarang rewel di kemudian hari.
  • Berkurangnya resiko bayi akibat infeksi karena dapat mencegah adanya kuman berbahaya.
  • Dengan menyusu sejak dini, bayi akan lebih berhasil menyusu ASI eksklusif serta dapat mempertahankan menyusu setelah 6 bulan.

Mengingat besarnya manfaat yang diperoleh, tentunya dengan meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk melakukan IMD agaknya tidak menjadi masalah. Di rumah sakit maupun di tempat persalinan lainnya setiap kali ibu melahirkan, dokter maupun bidan akan menyarankan Anda melakukan proses IMD. Oleh karena itu segeralah lakukan inisiasi menyusui dini sesaat setelah melahirkan.

Cara Menyimpan ASI Agar Lebih Awet

Cara menyimpan ASI biasanya ingin diketahui oleh para ibu yang juga merangkap wanita karir. Bagi wanita karir, setelah usai masa cuti melahirkan, pasti harus kembali ke pekerjaan dan meninggalkan buah hati di rumah. Sebagai seorang ibu, tentunya tidak bisa begitu saja meninggalkan bayi bersama pengasuh tanpa menyediakan stok ASI yang cukup. Karena itulah ada banyak hal yang perlu diketahui oleh ibu-ibu yang baru melahirkan tentang bagaimana cara menyimpan ASI. Fungsinya tentu agar ASI yang banyak diproduksi tidak terbuang percuma dan kebutuhan ASI untuk bayi terpenuhi. Lalu sering muncul pertanyaan-pertanyaan, bagaimana cara menyimpan ASI, berapa lama bisa disimpan, bagaimana penyimpanan yang benar, dan apakah tidak beracun jika ASI tidak langsung dikonsumsi bayi?

Berikut ini akan dijelaskan secara singkat tentang cara menyimpan ASI yang benar agar bisa dikonsumsi bayi anda. Dalam persiapan memerah ASI, pastikan anda berada di waktu saat payudara dalam keadaan penuh. Umumnya pada pagi dan sore hari. Perhatikan juga peralatan yang digunakan saat akan memerah ASI harus benar-benar bersih dan steril. Bersihkan breast-pump segera setelah digunakan dan bersihkan kembali saat akan digunakan. Cuci tangan anda dengan sabun dan bilas payudara dengan air. Kondisi tempat memerah ASI juga harus dalam suasana tenang. Saat memerah dan menyimpan ASI, pilih botol yang sudah disterilkan dan terbuat dari kaca bening. Bubuhkan label berisi tanggal dan waktu kapan anda memompa ASI untuk menghitung masa kadaluwarsa. Cara menyimpan ASI tahap awal ini sudah menjadi standar yang perlu dilakukan.

Setelah ASI tertampung, kini bagaimana cara menyimpan ASI agar tetap awet hingga anda sampai di rumah dan bisa dikonsumsi bayi atau disimpan untuk waktu yang lebih lama? Jika anda bekerja di ruangan yang tidak ber-AC, masa waktu ASI anda tidak lebih dari 4 jam sebelum terurai. Jika hanya disimpan di ruang ber-AC, bisa sampai 6 jam. Untuk lebih awet lagi, cara menyimpan ASI yang terbaik tentu di dalam lemari es. Untuk lemari es dengan suhu 0-4 derajat Celsius, ASI anda bisa awet dalam waktu 2-3 hari. Untuk di dalam freezer, ASI anda bisa dalam keadaan baik dalam waktu dalam 2 minggu. Jika ingin lebih lama lagi, cara menyimpan ASI tentu bisa dilakukan dalam freezer khusus dengan suhu -19 derajat Celsius, yang bisa bertahan hingga 6 bulan.